Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, September 18, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Pada 2019, Gojek Kontribusi Rp104,6 Triliun untuk Ekonomi Indonesia

Topcareer.id – Ekosistem ekonomi digital yang dimiliki Gojek memudahkan migrasi UMKM dari offline ke online. Sebelum pandemi, mitra Gojek dari lima layanan (GoFood, GoPay, GoSend, Gocar, dan Goride) berkontribusi sebesar Rp104,6 triliun pada ekonomi Indonesia di 2019.

Hal itu seperti paparan riset yang dilakukan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) dalam judul “Peran Ekosistem Digital Gojek di Ekonomi Indonesia Sebelum dan Saat Pandemi Covid-19.”

Riset itu menyebut angka kontribusi dari lima layanan Gojek itu, memiliki kontribusi langsung sebesar Rp 87,1 Triliun, dihitung dari selisih pendapatan mitra sebelum dan sesudah bergabung ke ekosistem Gojek.

Baca Juga: Peran Penting Digital Marketing dalam Pengembangan Bisnis

“Di tahun 2019 kontribusi mitra Gojek dari lima layanan ke perekonomian Indonesia mencapai Rp104,6 triliun, meningkat karena kenaikan kontribusi mitra, terutama GoFood, dan perluasan ekosistem. Angka ini naik dibandingkan kontribusi di tahun 2017 dan 2018,” kata Wakil Kepala LD, Dr. Paksi C.K Walandouw  dalam siaran pers, Senin (3/8/2020).

Bila menggunakan metode perhitungan pendapatan domestik bruto (PDB), nilai produksi di ekosistem digital Gojek selama tahun 2019 setara dengan 1% PDB nasional Indonesia.

Angka tersebut terdiri dari sumbangan langsung dari mitra GoRide dan GoCar di sektor transportasi darat, dan sumbangan tidak langsung dari UMKM, GoFood, GoPay, GoSend, dan efek multiplier yang digerakkan oleh ekosistem Gojek.

Baca Juga: Hai Driver Gojek, Aktifkan Fitur Ini agar Lekas dapat Penumpang

Sumbangan ini secara relatif besar bila dibandingkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) untuk beberapa Provinsi di Indonesia.

Paksi menambahkan, keberadaan Gojek di sebuah kota juga menimbulkan efek domino di sektor lainnya. Dampak multiplier, atau kontribusi tidak langsung keberadaan Gojek pada ekonomi Indonesia di tahun 2019, mencapai Rp 17,5 Triliun.

Ini dihitung dari selisih pendapatan UMKM di luar ekosistem Gojek (seperti bengkel yang digunakan mitra pengemudi, atau pedagang pasar yang menjual bahan baku ke mitra GoFood) sebelum dan setelah Gojek beroperasi di sebuah kota.

“Mayoritas (86%) UMKM di luar ekosistem Gojek seperti bengkel dan pedagang pasar mengalami peningkatan volume transaksi setelah ada Gojek di kotanya. Yang menarik adalah, lebih dari sepertiga UMKM (33%) mengaku bisa membuka cabang usaha baru setelah ada Gojek di kotanya,” ujar dia.

“Ini artinya keberadaan platform digital di sebuah kota bisa membuat roda ekonomi bergerak semakin cepat.”

Riset LD FEB UI ini dilakukan di beberapa wilayah Indonesia dengan menggunakan metode kuantitatif melalui wawancara tatap muka untuk melihat kontribusi Gojek di tahun 2019.**(RW)

Leave a Reply