Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, November 30, 2020
redaksi@topcareer.id
Kerja Dari Rumah

4 Cara Mengatasi Impostor Syndrome Saat WFH

Sumber foto: thriveglobal.com

Topcareer.id – Impostor Syndrome atau sindrom penipu, istilah ini diciptakan oleh psikolog klinis pada akhir 1970-an. Ini adalah pola perilaku psikologis di mana seseorang meragukan pencapaian kerjanya dan secara terus-menerus (seringkali secara internal) takut dianggap sebagai penipu oleh kantornya.

Tanda kamu memiliki impostor syndrome adalah kamu merasa tidak memenuhi syarat (atau tidak layak) pada pekerjaan yang kamu lakukan, meskipun kesuksesan telah membuktikan kemampuanmu. Dan meskipun semua orang di kantor kamu menganggap kamu sebagai karyawan berkinerja tinggi, namun kamu tetap hidup dengan ketakutan dianggap sebagai penipu atau pembohong yang terus-menerus.

Kerja jarak jauh atau WFH yang kini semakin trending akibat pandemi virus corona, menambahkan lapisan tambahan pada impostor syndrome. Karena karyawan WFH yang bekerja sendirian di rumah tidak memiliki jenis jaringan umpan balik yang sama dengan lingkungan kantor tradisional.

Baca Juga: 5 Tips Jaga Kesehatan Mata Saat WFH

Di ruang kantor tradisional, mudah untuk mengobrol dan terlibat secara langsung dengan rekan kerja maupun atasan, sehingga mereka semua benar-benar melihat apa yang telah kamu kerjakan.

Sedangkan saat WFH lebih sulit untuk terlibat, apalagi terlihat dengan rekan kerja maupun atasan semua usaha dan kontribusi yang telah kamu lakukan.

Artikel ini akan membahas empat tantangan impostor syndrome yang umum dan bagaimana kamu bisa mengatasinya saat bekerja dari rumah.

  • Tetap bersosialisasi
    Tanpa bepergian ke kantor setiap hari, sebagai pekerja jarak jauh kamu bisa saja dengan mudah merasa terputus dari dunia luar. Ketika kamu sudah merasa terisolasi, kamu mungkin akan mulai meremehkan diri sendiri dan kemampuan kerja kamu.

Solusi: Coba tetap aktif di saluran komunikasi jarak jauh kamu. Jika kantor kamu memiliki saluran yang didedikasikan untuk obrolan ringan dengan rekan kerja, bergabunglah! Kamu tidak pernah tahu kesamaan apa yang mungkin kamu miliki dengan rekan kerja dan apa yang mungkin kamu nikmati bersama. Ajukan juga pertanyaan terkait pekerjaan secara terbuka. Bisa saja teman kamu sedang berjuang dengan masalah yang sama dan membutuhkan klarifikasi ekstra.

  • Rangkullah kesalahan untuk mencapai kesuksesan
    Mungkin sulit bagi karyawan mana pun, baik bekerja dari jarak jauh atau di kantor, untuk menerima kritik yang membangun. Jika dicerna dengan cara yang salah, kritik yang membangun dapat menyebabkan keraguan diri, sehingga menambah bahan bakar untuk impostor syndrome.

Solusi: Ketika keraguan pada diri sendiri mulai muncul, pelajarilah cara membedakan kecemasan dan kritik diri, lalu mengubahnya menjadi perasaan produktif. Perasaan ada karena suatu alasan, jadi mencantumkan tujuan di belakangnya akan membantu kamu mengatasi kesalahan secara langsung.

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply