Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, April 19, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Tahukah Kamu, Warna Langit Sebenarnya Bukan Biru Tapi Ungu

Topcareer.id – Saat musim panas tiba, cuaca pun menjadi lebih hangat dan menciptakan pemandangan langit biru. Tapi tahukah kamu bahwa warna langit sebenarnya bukan biru?

Lalu, apa warna aslinya langit? Dan mengapa selama ini selalu tampak berwarna biru? Ini pejelasannya.

Lord Rayleigh, seorang fisikawan Inggris pada abad ke-19. Dia menemukan elemen Argon dan penulis buku tentang suara yang ilmunya masih digunakan sampai sekarang dan memainkan peran penting dalam permulaan mekanika kuantum.

Namanya juga diberikan untuk Hamburan Rayleigh, yang merupakan hamburan partikel cahaya menjadi warna individu berdasarkan ukurannya. Efek ini dapat dilihat saat kamu melihat ke langit dan melihat langit biru yang indah menutupi cakrawala.

Baca Juga: Studi: Lockdown Mampu Tingkatkan Kualitas Udara 84% Negara di Dunia

Ketika cahaya putih memasuki prisma, warna pelangi akan keluar dari sisi lain. Bersama dengan itu warna membuat cahaya putih, tetapi memiliki panjang gelombang masing-masing.

Prisma mengubah kecepatan setiap panjang gelombang, membuat beberapa warna sedikit berubah arah dan menyebarkannya ke pelangi.

Atmosfer bumi bertindak serupa, tetapi masing-masing warna ini menghantam atom di udara dan tersebar atau dipantulkan. Warna-warna yang memiliki energi lebih tinggi dan lebih bersemangat akan semakin tersebar.

Biru memiliki energi yang lebih tinggi, sehingga langit tampak biru karena kekuatan warnanya semakin tersebar. Saat matahari terbit atau terbenam, matahari harus bergerak melalui lebih banyak udara, dan warna merah serta jingga pun semakin tersebar.

Baca Juga: CEO Etihad Airways: Sertifikat Kesehatan Akan Jadi ‘Visa’ Baru untuk Perjalanan Udara

Namun, meskipun memiliki energi warna tinggi, biru bukanlah energi tertinggi pada warna pelangi, tetapi Ungu. Jika demikian, mengapa langit tidak berwarna ungu?

Langit sebenarnya berwarna ungu
Cahaya ungu memiliki energi yang lebih tinggi dan lebih tersebar daripada biru yang juga memiliki energi warna cukup tinggi. Tetapi jawaban atas mengapa melihat langit berwarna biru bukanlah masalah fisika.

Pikirkan kembali pelajaran biologi saat menjalani praktikum pembedahan bola mata. Mata manusia mengandung batang penginderaan bayangan dan kerucut peka warna, tepatnya ada tiga jenis kerucut. Kerucut merah, hijau, dan biru ini mendeteksi berbagai warna alami dalam cahaya dan bekerja sama untuk menghasilkan semua warna yang kamu lihat di dunia.

Cahaya biru dan ungu yang menyebar dominan tidak hanya memicu kerucut biru di mata, tetapi juga sedikit kerucut merah dan hijau. Saat ini semua bertindak serempak, akhirnya mata kamu akan cenderung melihat warna biru.

Setelah mengetahui warna asli langit, mungkin kamu juga bertanya-tanya mengapa matahari terbenam berwarna merah?

Saat Matahari semakin rendah di langit, cahayanya akan melewati lebih banyak atmosfer untuk mencapai pandanganmu.
Bahkan lebih banyak cahaya biru dan ungu yang tersebar, ini memungkinkan warna merah dan kuning mengarah langsung ke mata kamu tanpa adanya halangan yang berarti dari warna biru.

Selain itu, partikel debu, polusi, dan uap air yang lebih besar di atmosfer memantulkan dan menyebarkan lebih banyak warna merah dan kuning, hal ini membuat seluruh langit di bagian barat saat matahari terbenam menjadi bersinar merah.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan