Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Mei 13, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Menurut Menkeu Ini Peran Perempuan dalam Ekonomi Nasional

Menkeu Sri MulyaniMenteri Keuangan Sri Mulyani

Topcareer.id – Kontribusi serta peran perempuan menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan dalam upaya pemulihan, reformasi, serta transformasi ekonomi. Di Indonesia, peran perempuan dalam perekonomian semakin signifikan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjabarkan, pada sektor UMKM, 53,76%-nya dimiliki oleh perempuan, dengan 97% karyawannya adalah perempuan, dan kontribusi dalam perekonomian 61%. Di bidang investasi, kontribusi perempuan mencapai 60%.

“Hal ini menggambarkan bahwa literasi dan kapasitas perempuan untuk berpikir cerdas, mengamankan dana untuk keluarga, dan menginvestasikan di bidang produktif sangat potensial dan nyata,” kata Menkeu dalam Seminar Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, Rabu (21/4/2021).

“Jadi tidak dipertanyakan lagi bahwa perempuan tidak hanya memiliki potensi tapi secara aktual mampu berkontribusi,” ungkap Sri Mulyani.

Baca juga: Kemnaker Tegaskan Bakal Lindungi Pekerja Perempuan

Dalam mendesain program pemulihan ekonomi, Pemerintah pun melihat dimensi gender. Bantuan Program Keluarga Harapan, bantuan sembako, dan Bantuan Langsung Tunai berhubungan dengan peran perempuan yang mengatur keuangan dalam rumah tangganya.

Pada level internasional, hasil statistik McKinsey menyatakan apabila perempuan dapat berkontribusi dalam perekonomian, maka perekonomian global akan mendapatkan manfaat sebesar USD12 triliun pada tahun 2025.

Sedangkan khusus kawasan Asia Pasifik, dapat memberikan nilai tambah hingga US$4,5 triliun.

“Peranan perempuan sungguh nyata dan memberikan nilai tambah yang sangat besar dari berbagai studi yang muncul,” ujar Menkeu.

Peranan perempuan di bidang ekonomi diperkuat juga dengan State of The Global Islamic Economy Report. Peran perempuan yang menjadi wirausahawan disebut meningkatkan potensi kontribusi terhadap GDP global hingga USD 5 triliun.

Tinggalkan Balasan