Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Mei 16, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

Negara Ini Coba Jalani 4 Hari Kerja dalam Seminggu

Foto Ilustrasi

Topcareer.id – Setiap orang pasti menyukai akhir pekan yang panjang setelah penat bekerja penuh waktu selama hari kerja.

Wacana empat hari kerja dalam seminggu apakah bisa mejadi suatu ide yang bagus? Spanyol sepertinya berpikir demikian.

Konsep ini awalnya diajukan oleh partai politik Spanyol Más País dan telah secara resmi disetujui untuk program percontohan.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan moral karyawan dan memungkinkan masyarakat meraih lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat.

“Spanyol adalah salah satu negara di mana pekerjanya bekerja lebih banyak daripada rata-rata orang Eropa. Tapi kami bukan salah satu negara yang paling produktif,” Igoñigo Errejón, presiden partai politik Más País mengatakan kepada The Guardian.

“Saya berpendapat bahwa bekerja lebih banyak tidak berarti bekerja lebih baik.” Ujar Errejón.

Baca juga: Microsoft Jepang: Kerja 4 Hari Seminggu, Produktivitas Naik 40%

Program percontohan ini masih memiliki rintangan yang harus dilalui sebelum karyawan Spanyol dapat secara resmi merayakan hari libur ekstra itu.

Faktanya, perlu tiga tahun dan 50 juta Euro untuk menjalankan konsep uji coba sambil mengurangi risiko bagi perusahaan yang berpartisipasi.

Biaya perusahaan yang menguji konsep empat hari kerja seminggu ini akan terganti 100 persen pada tahun pertama, 50 persen pada tahun ketiga, dan seterusnya.

Jika semua berjalan dengan baik, ini juga akan menguntungkan secara finansial bagi perusahaan yang karyawannya libur tiga hari dalam seminggu.

“Dengan angka-angka ini, kami menghitung bahwa kami dapat memiliki sekitar 200 perusahaan yang berpartisipasi, dengan total sekitar 3.000 hingga 6.000 pekerja,” kata Héctor Tejero dari partai politik Más País.

“Satu-satunya fokus adalah kami ingin melihat pengurangan jam kerja yang sebenarnya dan tidak ada kehilangan gaji atau pekerjaan.” Tejero menambahkan.

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan