TopCareer.id – Banyak orang menilai kebiasaan makan banyak usai lebaran jadi ajang “balas dendam” usai satu bulan puasa Ramadan.
Namun, Firman Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), mengingatkan bahwa hal itu membuat pola hidup menjadi kurang sehat.
Pola makan yang sudah diatur untuk memberikan kesempatan pada sistem pencernaan organ tubuh beristirahat beberapa saat, berubah menjadi tidak teratur dan tidak disiplin usai lebaran.
“Akibatnya ketika pola makan tidak teratur, dan porsi makan terus bertambah, maka bisa menyebabkan obesitas,” kata Firman, mengutip laman resmi Umsura, Sabtu (28/3/2026).
Ia menjelaskan, obesitas atau kelebihan berat badan terjadi akibat penimbunan lemak yang berlebih dalam tubuh, seiring dengan asupan makanan yang dikonsumsi lebih besar.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Makan Berlebihan Ini Bikin Gagal Diet
Data Global Report 2023 mencatat bahwa obesitas menjadi masalah serius yang mengancam kesehatan sekitar 2 miliar orang di dunia.
Prevalensi obesitas secara global lebih tinggi pada perempuan dibanding laki-laki. Diperkirakan pada tahun 2030, sekitar 1 dari 5 wanita dan 1 dari 7 pria akan mengalami obesitas di seluruh dunia.
Selain itu, Firman juga mengatakan obesitas bisa menjadi faktor risiko terjadinya berbagai penyakit tidak menular.
Beberapa penyakit yang bisa muncul seperti diabetes melitus, serangan jantung, gagal ginjal, kanker, hingga hipertensi.
Obesitas juga berkontribusi pada penyebab kematian dengan 5,87 persen dari total kematian di dunia.
Ini belum termasuk kerugian ekonomi akibat biaya perawatan karena penyakit komorbid. Untuk itu, obesitas kini sudah digolongkan sebagai penyakit yang perlu intervensi serius dan komprehensif.
Firman pun memberikan beberapa tips untuk mencegah obesitas pascalebaran.
Pertama, penuhi kebutuhan protein harian, untuk meningkatkan metabolisme tubuh 80 hingga 100 kalori per hari.
Baca Juga: Sering Kalap, Begini Cara Efektif Diet Pasca Lebaran
Mencukupi asupan protein dalam tubuh dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga efektif mencegah ngemil sepanjang hari.
Kedua, lakukan aktivitas fisik seperti lari-lari kecil, maupun senam untuk meregangkan otot, serta aktivitas fisik lainnya sesuai kemampuan setiap orang.
Lakukan olahraga selama 30 menit setiap hari atau minimal 3 hingga 5 kali dalam sepekan.
Aktivitas fisik secara rutin dan teratur dapat membakar lemak dan kalori, sehingga dapat mencegah penimbunan lemak secara berlebih.
Ketiga, hindari konsumsi makanan atau minuman yang mengandung tinggi gula, seperti soda, jus dan minuman kemasan jenis lainnya.
Minuman-minuman semacam itu dapat memicu sejumlah penyakit berbahaya, seperti kencing manis atau diabet dan gagal ginjal. Selain itu, hindari minuman beralkohol.
Terakhir adalah diet rendah karbohidrat. Cara satu ini sangat efektif untuk mencegah kenaikan berat badan. Tips ini juga dapat dilakukan untuk menurunkan berat badan.
“Betapa pentingnya menjaga pola hidup sehat, agar terhindar dari penyakit akibat diet yang buruk,” pungkas Firman.






