TopCareer.id – Kamu yang generasi milenial masih ingat dengan media sosial Friendster?
Media sosial yang sempat digandrungi sebelum Facebook dan Twitter ini baru saja kembali dengan konsep dan pemilik baru.
Pemilik baru Friendster, Mike Carson, beberapa waktu lalu meluncurkan aplikasi mobile untuk platform ini.
Ada beberapa fitur lama yang dipertahankan seperti interaksi dengan teman-teman pengguna, serta membagikan postingan lewat foto, profil, dan minat pribadi.
Namun, Friendster baru ini diklaim akan menghadirkan pengalaman “tanpa iklan, tanpa algoritma, tanpa spam,” serta disebut tidak membagikan data pengguna.
MengutipThe Straits Times, Senin (4/5/2026), Carson mengatakan tujuan dari Friendster baru ini adalah untuk membantu orang tetap terhubung dengan teman-teman di kehidupan nyata.
Aplikasi Friendster ini baru tersedia untuk pengguna iOS dan dapat diunduh secara gratis.
Baca Juga: Ikut Aturan, Google Batasi Usia Pengguna YouTube di Indonesia
Platform ini juga tidak merekomendasikan profil orang yang tidak dikenal atau diikuti oleh pengguna. Untuk terhubung, pengguna harus membuka aplikasi lalu menempelkan ponsel mereka satu sama lain.
Selain itu, aplikasi juga tidak punya akses terhadap data atau konten dari Friendster versi lama. Pengguna pun juga tidak akan bisa mengakses akun lama mereka.
Dalam unggahan di Medium pada 27 April, Carson bercreita dia membeli domain dan merek dagang Friendster yang sudah kedaluwarsa antara 2023 hingga 2025.
Dari situ, Carson lalu membangun jejaring sosial yang mendorong interaksi offline.
Menurutnya, ide bahwa satu-satunya cara berteman di Friendster adalah dengan menempelkan ponsel terasa menyenangkan karena akan mendorong orang untuk benar-benar bertemu langsung.
“Selain itu, cara ini juga memastikan bahwa Anda terhubung dengan orang nyata dan memang ingin Anda ajak berteman,” tulisnya.
Baca Juga: Batas Usia Pemakaian Medsos pada Anak Menurut Komdigi
Carson pun mengaku sedang mengembangkan fitur-fitur lainnya, termasuk kemampuan untuk melihat teman dari teman dan meminta izin untuk mengirim pesan kepada mereka.
“Harapannya, orang-orang memakai aplikasi ini sebagai alasan untuk benar-benar bertemu,” ujarnya.
Menurutnya, jejaring sosial saat ini memicu banyak hal negatif. Dirinya pun ingat bahwa ketika dia memakai Friendster, pengalamannya terasa positif dan menyenangkan.
“Saya ingin menciptakan sesuatu yang positif, sesuatu yang benar-benar dinikmati dan dirasa berguna oleh orang-orang,” kata Carson.
Aplikasi ini sempat menjadi aplikasi gratis terlaris kedua di App Store Apple pada 1 Mei 2026. Belum diketahui apakah Friendster baru ini bakal hadir di Android.
Friendster diluncurkan pada 2003 dan ditutup pada 2015. Sempat berjaya di pertengahan 2000-an, kejayaan media sosial ini harus tunduk pada platform lain seperti Facebook dan Twitter.






