Tren

Waspada Penipuan Berkedok Piala Dunia 2026, Ini Modus-Modusnya

TopCareer.id – Piala Dunia 2026 akan segera digelar mulai bulan Juni. Para pakar keamanan siber Kaspersky mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penipuan siber yang memanfaatkan euforia turnamen sepak bola terbesar dunia itu.

Anna Lazaricheva, analis spam senior di Kaspersky mengatakan, momen acara olahraga besar yang menarik banyak penonton tidak pernah luput dari perhatian para pelaku kejahatan siber.

“Email yang tampaknya normal atau bahkan menarik seringkali tidak hanya berisikan tautan dan lampiran berbahaya,” kata Anna, mengutip siaran pers, Kamis (7/5/2026).

Ia menyebut, dalam beberapa kasus, interaksi yang ceroboh dengan pesan-pesan tersebut dapat menyebabkan infeksi perangkat yang serius.

Menurut Kaspersky, mereka menemukan ada situs palsu yang menawarkan pengguna tiket pertandingan Piala Dunia FIFA 2026, dengan pembayaran yang tersedia untuk hampir semua mata uang.

Baca Juga: Awas Ketipu Kurir Palsu Saat Belanja Online, Ini Cara Menghadapinya

Namun, setelah menyelesaikan langkah-langkah pendaftaran dan pembayaran palsu, pengguna tak cuma berisiko kehilangan uang dari kartu perbankan mereka tetapi juga mengekspos data pribadi kepada penyerang.

Situs tersebut menggunakan skema warna resmi turnamen 2026 untuk menyesatkan pengguna. Selain itu, para penipu menawarkan cara untuk menghubungi mereka, baik secara langsung di situs tersebut atau melalui aplikasi perpesanan.

Situs web lain menawarkan pengguna kesempatan untuk membeli merchandise resmi yang menampilkan gambar boneka maskot dan kaos, dengan berbagai pilihan.

Supaya lebih menarik, situs abal-abal ini menawarkan diskon besar.

Selain itu, agar tampak lebih kredibel, para penipu telah menambahkan lencana “Terpercaya” di bagian bawah halaman, bersama dengan formulir pendaftaran yang meminta detail pribadi dan perbankan.

Baca Juga: Bareskrim Ungkap Modus Perusahaan Scam Kamboja Rekrut WNI

Modus lain yaitu dengan email palsu. Para penipu mencoba membuat korban mengirimkan uang atau mengklik tautan phishing. Untuk meningkatkan peluang berhasil, email menampilkan judul menarik dan pesan yang persuasif.

Dalam beberapa kasus, pengguna menjadi sasaran email penipuan yang mengklaim bahwa mereka telah memenangkan hadiah USD 500.000 yang menanggung seluruh biaya tiket, penerbangan, dan akomodasi.

Target pun diminta mengikuti instruksi untuk menghubungi pengirim guna mengklaim hadiah tersebut.

Kaspersky juga melaporkan adanya spam email dan iklan yang tidak diminta terkait penjualan suvenir dan merchandise bertema piala dunia, beberapa di antaranya mungkin merupakan penipuan.

“Kami merekomendasikan agar pengguna mengabaikan email dan situs web yang mencurigakan untuk melindungi keuangan dan menjaga keamanan perangkat serta data pribadi mereka,” kata Anna.

Leave a Reply