Tren

Puas dengan Gaji Bikin Karyawan Lebih Termotivasi Kerja Ekstra

Ilustrasi Bank Indonesia fasilitasi penukaran uang Lebaran melalui Kas Keliling - uang (Athalla/Topcareer.id)Ilustrasi upah buruh (Athalla/Topcareer.id)

TopCareer.id – Kenaikan gaji bisa mendorong karyawan untuk termotivasi dan bekerja eksta di tempat kerja. Hal ini diungkap oleh laporan Salary Pulse yang disusun oleh Jobstreet by SEEK.

Riset ini disusun dari survei online bersama lembaga riset Nature pada Februari 2026 terhadap 1.010 individu profesional di pasar kerja Indonesia, dengan rentang usia 18 hingga 64 tahun.

Menurut laporan tersebut, kebahagiaan terhadap gaji bisa berdampak langsung pada performa bisnis.

“Kenapa kebahagiaan dengan gaji ini penting? Karena ini meningkatkan motivasi dan mencegah atau menurunkan turnover,” kata Wisnu Dharmawan, Managing Director Indonesia, Jobstreet by SEEK di Jakarta, Selasa (24/6/2026).

Pekerja di Indonesia yang merasa bahagia dengan gajinya cenderung lebih termotivasi untuk memberikan kinerja terbaik.

Mereka tercatat 1,7 kali lebih mungkin bersedia mengerahkan usaha ekstra dan melampaui ekspektasi di tempat kerja dibandingkan pekerja yang tidak puas dengan penghasilannya (93 persen berbanding 54 persen).

Baca Juga: Magang Harus Jadi Ruang Belajar, Bukan Cari Pekerja Murah

Sebaliknya, karyawan yang tidak bahagia dengan gajinya punya kemungkinan 2,2 kali lipat lebih besar untuk memikirkan pindah pekerjaan dan mencari peluang baru (65 persen dibanding 29 persen).

“Memang di sini bagi perusahaan juga bagus untuk memberikan gaji yang bisa membaut happy karyawan, karena itu akan meningkatkan motivasi dan mencegah turnover,” kata Wisnu.

Wisnu menambahkan, gaji adalah faktor mendasar yang membentuk perasaan pekerja di Indonesia terhadap pekerjaan mereka.

Karena itu, kepuasan terhadap gaji adalah area yang krusial untuk dipahami dan ditanggapi serius oleh pemimpin perusahaan, mengingat peran pentingnya dalam mendorong produktivitas serta retensi karyawan yang kuat.

Baca Juga: Tak Cukup Jago Rekrutmen, HR Profesional Juga Harus Paham Bisnis

“Ketika para pemimpin mampu menciptakan kesempatan yang transparan untuk mendiskusikan gaji, mereka dapat mengelola ekspektasi dengan lebih baik dan membangun kepuasan finansial yang lebih kukuh di tempat kerja,” ujarnya.

Salary Pulse Jobstreet sendiri menyebut pekerja Indonesia merasa digaji paling adil dan layak, jika dibandingkan dengan wilayah Asia Pasifik lain yang disurvei.

81 persen mengatakan bahwa gaji mereka terasa wajar untuk pekerjaan yang saat ini dijalani.

Namun, terdapat selisih pada tingkat kepuasan, di mana hanya 66 persen responden yang mengaku benar-benar puas dengan nominal gajinya.

Ini berarti para pekerja tak hanya ingin tahu jika mereka digaji sesuai standar atau benchmark pasar, tapi juga ingin merasa dihargai atas kontribusi mereka untuk merasa benar-benar digaji dengan baik.

Leave a Reply