EdukasiTren

Prodi Tak Relevan Bakal Ditutup, Kemdiktisaintek: Opsi Terakhir

Ilustrasi studi Federal Reserve New York, gelar teknik jadi jurusan kuliah dengan pendapatan tertinggi.Ilustrasi jurusan kuliah perguruan tinggi S1 (Pexels)

TopCareer.id – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengklarifikasi pernyataan soal wacana penutupan program studi (prodi) yang tak relevan dengan kebutuhan.

Menurut Plt. Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco, kementerian menegaskan bahwa penutupan prodi bukanlah pilihan utama.

“Penutupan hanya menjadi opsi terakhir apabila suatu program studi berdasarkan evaluasi menyeluruh tidak lagi memenuhi standar mutu, tidak memiliki keberlanjutan akademik yang memadai, dan tidak dapat lagi dikembangkan melalui langkah-langkah pembinaan atau transformasi,” ujarnya.

Dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (29/4/2026), Badri mengatakan bahwa bidang keilmuan dasar, ilmu sosial, humaniora, pendidikan, serta bidang non-terapan tetap punya posisi penting dalam arsitektur talenta nasional.

Baca Juga: Kemdiktisaintek Ungkap Wacana Tutup Prodi Tak Relevan dengan Kebutuhan

Menurutnya, pemerintah tidak memandang pendidikan tinggi secara sempit sebagai penyedia tenaga kerja, melainkan sebagai pusat pengembangan ilmu, inovasi, kebudayaan, kepemimpinan, dan solusi bagi masyarakat.

Dalam pernyataan tersebut, Kemdiktisaintek menegaskan penataan program studi tidak bertujuan untuk menjadikan perguruan tinggi tunduk pada kepentingan industri semata.

Bardi mengatakan, pendidikan tinggi tetap memiliki mandat besar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, membentuk karakter, memperkuat daya pikir kritis, serta membangun fondasi peradaban bangsa.

Karena itu, evaluasi prodi dilakukan bukan hanya dengan melihat aspek peminatan atau serapan kerja, tetapi juga kualitas pembelajaran, kapasitas dosen, keberlanjutan akademik, kontribusi keilmuan, kebutuhan strategis nasional, dan pemerataan pembangunan daerah.

Baca Juga: Calon Mahasiswa, Ini Tips Milih Program Studi Kampus

Adapun, menurut kementerian, pendekatan utama yang didorong Kemdiktisaintek adalah transformasi program studi.

Langkah tersebut mencakup penguatan kurikulum berbasis kompetensi, pembelajaran berbasis proyek, pengembangan program lintas disiplin, skema major-minor, peningkatan kolaborasi riset, serta penyesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan masa depan.

Kemdiktisaintek juga mendorong keterkaitan yang sehat antara perguruan tinggi, dunia industri, pemerintah, dan masyarakat.

Menurut Badri, kolaborasi ini dibutuhkan agar lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan pekerjaan, membangun inovasi, dan menjawab tantangan bangsa.

Leave a Reply