Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, October 2, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Push up 40 Kali Sehari Bisa Kurangi Risiko Penyakit Jantung

Sumber foto: Medical News Today

Topcareer.id – Kurang gerak bisa menimbun lemak, yang memungkinkan adanya perkembangan penyakit kardiovaskular, hingga risiko kematian dini. Lakukan olahraga tak harus di gym, coba yang murah meriah dan bisa dilakukan di rumah, seperti push up.

Para peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health mengemukakan bahwa pria paruh baya yang dapat menyelesaikan 40 push-up atau lebih dalam sekali percobaan menandakan berkurangnya risiko penyakit kardiovaskular yang mematikan.

Apalagi jika dibandingkan dengan individu yang hanya dapat menyelesaikan tidak lebih dari sepuluh push-up dalam sekali percobaan.

“Temuan kami memberikan bukti bahwa kapasitas push-up bisa menjadi metode yang mudah dan tanpa biaya untuk membantu menilai risiko penyakit kardiovaskular di hampir semua situasi,” jelas penulis pertama studi tersebut, Justin Yang pada Departemen Kesehatan Lingkungan di Harvard T.H. Sekolah Kesehatan Masyarakat Chan.

Tapi yang mengejutkan, kapasitas push-up lebih kuat dihubungkan dengan risiko penyakit kardiovaskular daripada hasil tes treadmill submaksimal.

“Penyakit kardiovaskular (CVD) tetap menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Bukti kuat menunjukkan hubungan peningkatan kebugaran fisik dengan risiko kejadian CVD yang lebih rendah dan umur panjang yang lebih baik. Namun, hanya sedikit yang mempelajari pengukuran status fungsional sederhana dan murah,” kata para penulis dalam laporan tersebut, seperti dikuti dari laman The Ladders.

Untuk melakukan push-up yang tepat, pastikan tanganmu selebar bahu atau lebih lebar. Siku berada pada sudut 45 derajat saat menekuk ke tanah, dan jari-jari terbentang, dengan jari tengah mengarah ke arah jam 12.

“Push-up adalah olahraga tanpa biaya, cepat, dan sederhana yang dapat menjadi alat penilaian klinis yang berguna dan obyektif untuk mengevaluasi kapasitas fungsional dan risiko penyakit kardiovaskular.”

Leave a Reply