Tren

Rupiah Melemah, Tekanan Hidup Kelas Menengah Bertambah

Ilustrasi penarikan uang tunai.Ilustrasi uang rupiah. Dok/twofishdivers.com

TopCareer.idPelemahan rupiah selama beberapa hari belakangan tengah jadi sorotan. Kelompok kelas menengah pun dinilai bakal jadi yang paling merasakan dampaknya.

Arie Sujito, sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai, dampak langsung pelemahan rupiah akan terasa pada kelompok kelas menengah di perkotaan.

Menurutnya, naiknya berbagai biaya kebutuhan hidup membuat masyarakat harus menghitung ulang pengeluaran rumah tangga, serta menyesuaikan berbagai rencana hidup yang sebelumnya telah disusun.

Kondisi ini juga perlahan bakal memengaruhi pola konsumsi masyarakat, terutama untuk kebutuhan sekunder yang mulai dikurangi demi menjaga kestabilan ekonomi keluarga.

Menurut Arie, situasi ini juga memunculkan rasa tidak aman karena cadangan sumber daya ekonomi yang dimiliki masyarakat mengalami penurunan nilai secara signifikan.

Tekanan ekonomi global pun bakal memperparah kerentanan ekonomi domestik Indonesia.

Baca Juga: Pakar: Warga Desa Tetap Berisiko Terdampak Pelemahan Rupiah

Konflik geopolitik internasional, kata Arie, juga berdampak pada naiknya harga minyak dunia dan berbagai biaya kebutuhan di dalam negeri.

Dalam jangka pendek, efek dari kondisi global ini akan dirasakan kelompok kelas menengah dan masyarakat bawah.

“Kalau negara tidak memiliki kemampuan mengatasi secara cepat, dampaknya akan beruntun,” kata Arie, mengutip laman resmi UGM, Kamis (21/5/2026).

Jika masyarakat mulai sulit memenuhi kebutuhan primer, masalah yang timbul bukan hanya soal persoalan ekonomi rumah tangga semata.

Situasi ini juga dapat memengaruhi stabilitas sosial, karena masyarakat mengalami penurunan rasa aman terhadap kondisi hidup mereka.

Kerentanan itu, kata Arie, akan semakin besar jika fondasi ekonomi nasional tidak cukup kuat menghadapi tekanan global yang berkepanjangan.

“Kalau sudah masuk ke kebutuhan primer itu akan punya dampak secara sosial,” ujarnya.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Harga Bahan Pokok hingga Transportasi Dibayangi Kenaikan

Arie mengatakan, meski negara sudah memiliki berbagai program perlindungan sosial untuk menjaga daya tahan masyarakat, namun semua itu belum sepenuhnya mampu menjawab krisis yang terjadi di lapangan.

Selain itu, dia melihat adanya jarak antara kebijakan yang dirancang pemerintah dengan realitas yang dihadapi masyarakat sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat berbagai program bantuan sosial dan intervensi ekonomi belum cukup efektif menahan laju kerentanan sosial yang berkembang di masyarakat.

“Terjadi diskoneksi antara upaya-upaya program yang dilakukan itu dengan krisis yang terjadi,” kata Arie.

Dampaknya bisa terjadi hingga ke daerah

Lebih lanjut, Arie menyoroti berkurangnya kapasitas fiskal negara dan daerah yang dinilai turut memperbesar tekanan sosial ekonomi masyarakat.

Menurutnya, penurunan transfer fiskal dari pemerintah pusat membuat banyak daerah mengalami kesulitan pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik.

Dampaknya mulai terasa di berbagai sektor, termasuk pendidikan yang harus menghadapi pengurangan anggaran dan berbagai keterbatasan pembiayaan.

Arie menambahkan, dalam situasi seperti ini, berbagai institusi dituntut mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat.

Dia menilai, kondisi tersebut tidak bisa dianggap sebagai persoalan ringan karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan pelayanan publik bagi masyarakat.

Baca Juga: Kelas Menengah Anjlok, Kerja Cuma Bisa Buat Hidup Sehari-hari

Arie pun mengingatkan bahwa jika krisis ekonomi tidak segera ditangani, ada potensi hal itu untuk berkembang menjadi krisis sosial bahkan politik.

Menurutnya, tekanan yang dialami kelas menengah dapat memicu dampak berantai terhadap kelompok masyarakat lain, terutama kelas bawah yang memiliki daya tahan ekonomi lebih lemah.

Pemerintah pun perlu menyiapkan langkah strategis dan kebijakan darurat yang mampu meredam dampak krisis secara cepat dan tepat sasaran.

“Apabila tekanan ekonomi terus menumpuk tanpa solusi yang jelas, kondisi ini dikhawatirkan memengaruhi stabilitas sosial dan kepercayaan masyarakat terhadap negara,” pungkasnya.

Leave a Reply