TopCareer.id – Di tengah euforia perayaan Idulfitri atau Lebaran, keluarga juga harus mampu mengelola anggaran agar tak boncos setelah hari raya.
Seringkali, situasi liburan memunculkan pengeluaran tak terduga yang rentan berujung pada kehabisan dana, sehingga kondisi keuangan rumah tangga dapat terganggu.
Wita Juwita Ermawati, dosen Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University pun menyarankan keluarga untuk menghitung total pengeluaran selama Lebaran serta memeriksa kembali posisi keuangan terkini.
“Penting untuk memeriksa apakah ada pos keuangan yang terganggu, tabungan yang terpakai, atau bahkan utang yang muncul,” ujarnya, mengutip laman resmi IPB University, Rabu (25/3/2026).
Baca Juga: Alasan Jangan Makan Berlebihan Saat Rayakan Lebaran
Menabung setelah Lebaran bisa jadi langkah penting untuk memulihkan kondisi keuangan, sekaligus mengingat tujuan keuangan yang telah direncanakan.
Untuk itu, identifikasi terlebih dulu kebutuhan rutin sehari-hari dan kebutuhan nonrutin dalam jangka pendek, menengah, dan panjang, seperti biaya pendidikan anak, kesehatan, hingga rencana liburan.
Setiap kebutuhan perlu diprioritaskan berdasarkan tingkat urgensi dan disesuaikan dengan kemampuan pendapatan.
Wita juga mendorong keluarga untuk membuat target keuangan seperti dana pernikahan, ibadah, maupun investasi.
Baca Juga: 15 Link Twibbon untuk Ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H
Menurutnya, ketersediaan tabungan yang memadai sangat penting untuk menghindari utang, terutama dalam kondisi darurat. Ia juga mengimbau agar tidak menjadikan pinjaman online (pinjol) sebagai solusi instan.
Untuk mengelola anggaran, Wita merekomendasikan pola 50-30-20. Artinya, 50 persen pendapatan dialokasikan untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan atau cicilan utang, dan 20 persen untuk tabungan.
Jika pengeluaran rutin lebih besar daripada pendapatan, masyarakat disarankan untuk meninjau kembali pos pengeluaran yang tidak mendesak dan mempertimbangkan mencari tambahan penghasilan.
Dengan disiplin mengelola anggaran dan melakukan evaluasi keuangan tahunan, Wita menilai masalah keuangan pasca-Lebaran dapat diminimalkan.
Evaluasi juga penting sebagai dasar perencanaan keuangan keluarga pada tahun berikutnya agar kondisi keuangan tetap terjaga.






