Mau Minta Naik Gaji? Ini Tips dari Jobstreet
TopCareer.id – Naik gaji merupakan salah satu hal yang pasti diinginkan oleh pekerja. Meski begitu, tidak semua karyawan berani melakukan negosiasi gaji.
Dalam laporan Salary Pulse 2026 yang dilakukan Jobstreet by SEEK, dicatat bahwa untuk responden Indonesia, Gen Z menjadi generasi yang paling berani dalam membicarakan soal gaji.
Jobstreet mencatat di kelompok Gen Z, mereka yang merasa digaji sudah layak memang baru mencapai 49 persen. Namun, 60 persen responden menyebut tak masalah untuk memulai diskusi soal gaji.
Sementara di Gen X, mereka yang merasa digaji layak mencapai 41 persen, namun yang berani membicarakan soal gaji hanya 37 persen.
Wisnu Dharmawan, Managing Director Indonesia, Jobstreet by SEEK pun mengungkapkan beberapa strategi yang bisa dilakukan oleh pekerja, apabila ingin mencoba berdiskusi soal kenaikan gaji.
- Ketahui market value kita
Dalam sebuah temu media di Jakarta beberapa waktu lalu, ditulis Rabu (15/7/2026), Wisnu mengatakan terkadang kita mematuk “harga” berdasarkan asumsi semata.
“Kita harus lihat market value kita berapa. Kita bisa tentukan benchmark, sekarang kan informasi ada dimana-mana, termasuk di platform Jobstreet kita bisa benchmark salary,” kata Wisnu.
Baca Juga: Gen Z Paling Berani Minta Naik Gaji
Ia menyarankan jangan bergantung pada informasi yang tidak resmi atau hanya sekadar “kata orang.” Jika ingin bernegosiasi soal gaji, buatlah alasan yang berlandaskan data atau masuk akal.
“Jadi perusahaan juga mendengarkannya lebih reasonable kalau kita pakai data,” ujar Wisnu.
- Persiapkan diri untuk diskusi
Siapkan diri untuk diskusi dengan mengetahui apa saja kontribusi yang sudah kita lakukan dalam perusahaan. “Jadi kita bisa membagikan dengan kontribusi ini akan lebih masuk akal jika gaji dinaikkan,” kata Wisnu.
Selain itu, tak hanya kenaikan gaji, pertimbangkan hal lain yang juga dirasa penting untuk didiskusikan.
- Mulai berdialog
Wisnu mengatakan, dalam sebuah pembicaraan soal gaji, jangan merasa sungkan dan bangunlah rasa percaya diri serta keberanian. Jangan lupa untuk memilih waktu yang tepat untuk berdiskusi.
Baca Juga: Demi Naik Gaji, Banyak Pekerja Indonesia Siap Lakukan 2 Hal Ini
“Kalau bosnya atau HR-nya lagi sibuk atau dar der dor kalau kita ngomongin naik gaji nanti malah tidak tepat. Nanti malah ditolak,” ujar Wisnu berseloroh.
- Jika ditolak
Jika permintaan kenaikan gaji ditolak, Wisnu mengingatkan bahwa ini bukan akhir dari segalanya.
“Tanyakan apakah ada misalnya development plan yang dimiliki oleh perusahaan, lalu juga kita tetap fokus untuk menjaga motivasi kerja. Karena kalau tidak baliknya kan juga ke kita,” kata Wisnu.
Menurutnya, jika karena ditolak karyawan menurunkan kinerja, hal ini berisiko membuat penilaian dari perusahaan ikut jelek yang malah dapat berujung pada tidak naiknya gaji di kemudian hari.
“Kalau memang benar-benar memengaruhi motivasi, pertimbangkan opsi apakah ada posisi lain, memang tidak harus promosi atau apa, tapi apakah ada pekerjaan lain yang lebih cocok buat kita,” pungkas Wisnu.


