Lifestyle

Mulai Burnout? 4 Sinyal Tubuh Ini Tak Boleh Diabaikan

TopCareer.idStres dan burnout yang muncul karena pekerjaan bisa berujung pada masalah kesehatan mental jika dibiarkan berlarut-larut.

Menurut Global Employee Health and Wellbeing Manager Tim Hipgrave, stres emosional dan burnout akibat pekerjaan dapat muncul melalui berbagai tanda, termasuk gejala fisik.

Untuk itu, ada baiknya mengenali empat tanda burnout yang menunjukkan bahwa kesehatan mental dan emosionalmu mulai terdampak pekerjaan.

  • Kehilangan energi

Stres tidak hanya memengaruhi pikiran tapi juga tubuh. Saat stres, tubuh melepaskan hormon kortisol ke dalam aliran darah.

Hormon ini membuat tubuh bereaksi seolah sedang melakukan aktivitas fisik berat dengan mempercepat detak jantung dan pernapasan, sehingga Anda mudah merasa lelah dan lesu.

Baca Juga: Studi Ungkap Jenis Video Pendek yang Ampuh Redakan Stres

Dilansir YourTango, dikutip Kamis (16/4/2026), stres juga bisa mengganggu kualitas tidur karena memengaruhi kemampuan tubuh mengatur siklus tidur dan bangun, yang akhirnya memicu insomnia.

Kelelahan emosional atau hilangnya energi secara terus-menerus merupakan salah satu tanda burnout yang paling umum.

Sebuah studi tahun 2022 menyebutkan, meski rasa lelah sesekali adalah hal yang normal, kekurangan energi yang terjadi lama sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama jika disertai sikap sinis atau menurunnya rasa pencapaian, patut diwaspadai.

  • Sering menggertakkan gigi

Sering menggertakkan gigi atau bruxism bisa menyebabkan berbagai masalah seperti nyeri rahang, sakit kepala, sampai kerusakan gigi jika dilakukan terus menerus.

Kebiasaan ini kerap dipicu stres yang meningkatkan aktivitas bawah sadar saat tidur. Karena tubuh tidak sepenuhnya sadar, ketegangan akibat stres dilampiaskan melalui otot rahang sehingga tanpa disadari kamu menggertakkan gigi.

Sebuah studi tahun 2020 menemukan, orang yang stres berat cenderung mengencangkan otot rahang secara tidak sadar, terutama saat tidur. Karena itu, bruxism sering dianggap sebagai salah satu tanda burnout.

  • Gampang sakit

Kortisol yang dilepaskan saat stres berkepanjangan juga dapat melemahkan sistem kekebalah tubuh. Salah satunya penyebabnya adalah menurunnya produksi hormon DHEA, yang berperan dalam menjaga fungsi sitem imun.

Akibatnya, orang yang mengalami burnout menjadi lebih rentan terkena penyakit seperti flu atau pilek.

Baca Juga: Produktif di Kantor Tapi di Rumah Mati Rasa? Ini Tanda Kamu Kena Functional Freeze

Penelitian dari University of Pennsylvania menunjukkan, stres berkepanjangan membuat tubuh kurang mampu melawan infeksi.

Selain itu, orang yang burnout juga cenderung mengabaikan kebiasaan hidup sehat seperti tidur cukup dan mengonsumsi makanan bergizi, yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh.

  • Perubahan pola makan

Stres juga bisa berdampak pada pola makan. Banyak orang yang mengonsumsi makanan tinggi gula atau makanan kesukaannya sebagai bentuk pelampiasan emosi (stress eating).

Hal ini terjadi karena peningkatan hormon kortisol yang dapat meningkatkan nafsu makan. Bersamaan dengan kondisi emosional yang sedang menurun, seseorang menjadi lebih mudah mencari makanan yang memberikan rasa nyaman.

Namun, ada juga orang yang kehilangan nafsu makan karena stres. Ini diduga terkait dengan hormon corticotropin-releasing hormone (CRH) yang dapat menekan rasa lapar.

Studi pada 2012 menemukan bahwa perubahan pola makan seperti makan berlebihan, melewatkan waktu makan, atau mengubah pola konsumsi secara drastis, merupakan salah satu tanda burnout.

Stres kronis mengganggu mekanisme alami tubuh dalam mengatur nafsu makan sehingga seseorang dapat makan jauh lebih banyak atau justru jauh lebih sedikit dari biasanya, tergantung respons masing-masing individu.

Banner Loker

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button