Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, April 17, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Australia Tangguhkan Gelembung Perjalanan dengan New Zealand

Sumber foto: gettyimages

Topcareer.id – Australia telah menangguhkan gelembung perjalanan atau travel bubble bebas karantina dengan negara tetangganya, New Zealand setelah tiga kasus baru COVID-19 terdeteksi di Auckland, Minggu (14/2) dan telah mengunci kota terbesarnya itu.

Kepala petugas medis Australia, Paul Kelly, mengadakan pertemuan mendesak pada Minggu malam (14/2) dan diputuskan bahwa semua penerbangan yang berasal dari New Zealand akan diklasifikasikan sebagai penerbangan “Zona Merah” untuk periode awal 72 jam mulai Senin (15/2).

“Sebagai akibatnya, semua orang yang tiba dengan penerbangan dalam periode tiga hari tersebut harus menjalani 14 hari karantina hotel yang diawasi,” kata Departemen Kesehatan Australia.

Gelembung perjalanan dibuat agar warga New Zealand dapat mencapai Australia tanpa harus menghabiskan 14 hari di hotel untuk karantina, meskipun karantina diwajibkan bagi orang yang bepergian ke arah lain.

Baca juga: 4 Pilot Wanita Asal India Cetak Sejarah Usai Lintasi Kutub Utara

Perdana Menteri New Zealand Jacinda Ardern mengatakan pada hari Senin (15/2) bahwa pengurutan genom dari kasus komunitas COVID-19 terbaru menunjukkan mereka adalah varian B1.1.7 yang berasal dari Inggris.

“Kami membuat keputusan untuk ekstra hati-hati karena kami berasumsi itu akan menjadi salah satu varian yang lebih dapat ditularkan,” kata Ardern dalam posting Facebook Livenya, Senin (15/2).

Ardern menaikkan pembatasan di Auckland ke Level 3 hingga Rabu (17/2) dengan menutup tempat umum dan melarang pertemuan di luar rumah, kecuali untuk pernikahan dan pemakaman yang dibatasi hanya 10 orang. Sekolah akan tetap terbuka untuk anak-anak dari para pekerja penting, tetapi yang lain diminta untuk tinggal di rumah.

Peringatan COVID-19 untuk seluruh negeri dinaikkan ke Level 2, dengan semua pertemuan dibatasi hingga 100 orang, termasuk di restoran dan kafe.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan