TopCareer.id – Peran pimpinan kini tak lagi dipandang sebagai pengambil keputusan strategis atau pengelola operasional semata.
Di tengah percepatan transformasi digital, perubahan pola kerja, dan tekanan kienrja organisasi yang kian tinggi, pemimpin juga dituntut untuk menjadi arsitek ketahanan organisasi yang mampu menjaga relevansi, mendorong adaptasi, dan menavigasi ketidakpastian yang terus berubah.
Meski begitu, USC Rossier School of Education menyebut di banyak kasus, pengalaman panjang para profesional senior tidak selalu cukup untuk menjawab tantangan baru yang bersifat multidimensional dan berbasis data.
“Kesenjangan inilah yang kemudian mendorong semakin kuatnya kebutuhan akan pendekatan pengembangan yang lebih terstruktur, reflektif, dan berbasis pengetahuan,” kata mereka, mengutip siaran pers, Jumat (19/6/2026).
Untuk itu, mereka menilai program doktoral profesional kini semakin dipandang sebagai jembatan antara praktik kepemimpinan di lapangan dan pendekatan akademik berbasis riset terapan.
Melalui program ini, para pemimpin tidak hanya dibekali kemampuan mengambil keputusan, tetapi juga diajak memahami akar permasalahan, menguji berbagai asumsi, serta merumuskan strategi perubahan berdasarkan data dan bukti yang kuat.
Baca Juga: 5 Tips buat Pimpinan biar Tim Tetap Solid Walau Beda Generasi
USC Rossier School of Education sendiri baru saja membuka pendaftaran untuk program Doctor of Education in Organisational Change and Leadership (OCL) serta Doctor of Education in Educational Leadership (EDL) International Cohort bagi profesional di kawasan Asia.
USC Rossier meyakini bahwa tantangan kompleks yang dihadapi institusi saat ini, baik di sektor pendidikan, bisnis, pemerintahan, maupun organisasi lainnya membutuhkan pemimpin dengan pendekatan berbasis riset, perspektif lintas sektor, serta kemampuan mendorong perubahan sistemik.
OCL International Cohort dirancang bagi para profesional senior di sektor bisnis, pemerintahan, organisasi nirlaba, dan pendidikan yang tengah memimpin atau mempersiapkan transformasi organisasi berskala besar.
Sementara, EDL International Cohort ditujukan khusus bagi para pemimpin sekolah aktif, seperti kepala sekolah, pimpinan institusi pendidikan, dan direktur kurikulum, yang ingin memperluas dampak kepemimpinannya pada tingkat tata kelola institusi.
Kedua program diselenggarakan sepenuhnya secara daring melalui sistem cohort-based learning yang dirancang agar selaras dengan kesibukan profesional para peserta.
Program OCL International Cohort digelar sepenuhnya secara daring setiap Sabtu pagi waktu Singapura (07.30–12.00 SGT), dengan format pembelajaran yang dirancang agar selaras dengan kesibukan para profesional senior di Asia.
Selain sesi daring, program ini juga menghadirkan dua immersive weekend tatap muka di Singapura pada Term 1 dan Term 5.
Dalam program ini, peserta akan belajar bersama para profesional dari beragam latar belakang, mulai dari bisnis, pemerintahan, kesehatan, hukum, militer, hingga pendidikan.
Baca Juga: 3 Hal Yang Dilakukan Pemimpin Terhormat
Sementara, pembelajaran EDL International Cohort diselenggarakan secara daring setiap Sabtu pagi waktu Singapura (07.30–12.00 SGT), dengan format yang dirancang mengikuti ritme kerja para pemimpin sekolah.
Kurikulum program ini berfokus pada tata kelola, pendanaan, dan kepemimpinan sekolah, sehingga menawarkan pendekatan yang lebih terarah dibandingkan program kepemimpinan pendidikan pada umumnya.
Mark Robison, Vice Dean, USC Rossier School of Education mengatakan, mereka Doctor of Education mereka menghadirkan pengalaman belajar serta jaringan profesional bertaraf global, bagi para profesional yang ingin memperkuat kapasitas kepemimpinannya.
“Kami melihat kebutuhan yang terus berkembang di komunitas sekolah internasional global, dan USC Rossier ingin turut mendukung para profesional di sektor tersebut,” kata Robinson.
Pendaftaran untuk OCL International Cohort dan EDL International Cohort telah dibuka hingga 10 Juli 2026 dan kedua program akan dimulai pada 24 Agustus 2026.






