Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, September 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Trik Jitu Atasi Dampak Fisik dan Mental Akibat Long Covid-19

Ilustrasi. Dok/Pixabay

Topcareer.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa kebanyakan kasus infeksi COVID-19 akan pulih dan kembali sehat dalam jangka waktu beberapa minggu.

Namun beberapa kasus menunjukkan gejala yang berlangsung lebih lama atau bahkan berbulan-bulan setelah dinyatakan negatif. Kondisi inilah yang biasa disebut sebagai Long COVID-19.

Senada dengan WHO, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Good Doctor, dr. Jeffri Aloys Gunawan membeberkan sebanyak 5-20% pasien COVID-19 mengalami Long COVID-19 lebih dari 4 minggu.

“Diperkirakan 1 tiap 10 pasien COVID-19 ini dapat mengalaminya hingga lebih dari 12 minggu,” ujarnya dalam acara Good Talk, Sabtu (11/9/2021).

Walaupun penderita tidak menularkan virus pada tahap ini, menurut pria yang akrab disapa dr. Jeff ini, beberapa pasien mengalami komplikasi medis yang mungkin mengakibatkan efek kesehatan yang berkepanjangan mulai dari sesak napas, nyeri sendi, nyeri otot, batuk, diare, kehilangan penciuman, dan pengecapan.

Baca juga: Afrika Selatan Longgarkan Pembatasan Covid-19

Meskipun gejala Long COVID-19 ini bisa diatasi secara medis, namun pasien COVID-19 diimbau untuk tetap selalu waspada dan lebih berhati-hati dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

“Bukan berarti berhenti sepenuhnya. Pasien harus mengatur kegiatan mereka agar tidak terlalu kelelahan, melakukan kegiatan sesuai dengan kemampuan, dan lakukan kegiatan fisik dengan teratur agar otot-otot tetap bekerja. Apabila gejala semakin memburuk, segera hubungi dokter,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Psikolog Klinis, CEO & Founder Personal Growth dan Sahabat Sentra Vaksinasi Serviam Ratih Ibrahim juga mengatakan bahwa beberapa penderita mungkin saja mengalami kesulitan dalam melakukan hal-hal yang dulu sangat mudah mereka lakukan, seperti naik tangga, berjalan jauh, atau berolahraga. Hal ini pun tentu akan mempengaruhi kesehatan mental dari pasien tersebut.

Ratih pun menyerukan pentingnya memperhatikan kesehatan mental apabila seseorang mengalami Long COVID-19, apalagi karena mereka akan merasakan frustasi karena gejala penyakit masih dirasakan walaupun mereka sudah dinyatakan sembuh.

“Dalam perjalanan untuk sembuh dari Long COVID-19, para pasien harus mengerti bahwa ini merupakan sebuah proses. Akan ada hari-hari dimana gejala terasa lebih berat dibandingkan hari lainnya. Dalam kondisi seperti ini, support system dari keluarga dan teman dapat membantu. Selain itu, dengan menciptakan rutinitas yang baik dan tetap aktif, dapat memicu endorfin dan juga meningkatkan mood,” pungkasnya.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan