Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Follow @topcareerid Instagram

SKILLS.ID

Wednesday, January 22, 2020
redaksi@topcareer.id
Tren

Pencak Silat Menguatkan Pendidikan Karakter Indonesia

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim bangga atas masuknya tradisi pencak silat sebagai warisan budaya takbenda bidang kemanusiaan versi UNESCO. Foto : Pixabay

Topcareer.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim bangga atas masuknya tradisi pencak silat sebagai warisan budaya takbenda bidang kemanusiaan versi UNESCO. “Dimasukkannya pencak silat dalam representative list UNESCO tentu adalah kebanggaan bagi kita semua. Perjuangan yang panjang akhirnya membuahkan hasil.”

Menurutnya, ada empat aspek pencak silat, yakni mental-spiritual, pertahanan diri, seni, dan olahraga, yang membuatnya tercatat sebagai salah satu warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage) masyarakat Indonesia. “Pencak Silat adalah warisan budaya masyarakat Indonesia yang masih terus hidup sampai sekarang dan sangat bernilai dalam pembentukan jati diri dan karakter di Indonesia,” ujarnya.

Dirjen Kebudyaaan Hilmar menyampaikan betapa tradisi pencak silat mampu menguatkan karakter berbudaya di Indonesia karena disinilah generasi muda diajarkan mengendalikan diri, tubuh, dan emosi. Terbukti dengan banyak sekolah yang sudah menjadikan Pencak sebagai ekstrakurikuler.

“Jika anak-anak mendapat pelatihan yang baik, maka dimensi saling memahami dan toleransi akan terbangun. Kita lihat bahwa di perguruan pencak silat, pengendalian diri itu sangat ditekankan. Bahwa kamu punya kekuatan hebat secara fisik justru harus membuat kamu semakin merendah. Nilai inilah yang berkontribusi besar dalam ketahanan budaya,” terang Hilmar.

Menurut Hilmar, pencak silat adalah suatu tradisi yang membuat orang dan masyarakat bisa mengendalikan segala macam impuls (rangsangan) dan mengarahkannya menjadi energi positif. “Kalau itu dilakukan kita akan memiliki kehidupan sosial yang penuh kerukunan dan solidaritas. Tradisi pencak silat dianggap bisa berkontribusi terhadap bidang kemanusiaan tersebut,” ujar Hilmar.

Kemendikbud sebagai institusi Pemerintah yang menaungi pemberdayaan tradisi, mempunyai tugas penting untuk mengintegrasikan pencak silat dalam pendidikan karakter. Sebagai langkah awal, Kemendikbud akan menyelenggarakan pertemuan dengan semua komunitas pencak silat dan Kementerian Pemuda dan Olahraga supaya amanah pelestarian tradisi ini dapat berjalan dengan baik.
“Sekolah sudah banyak yang menjadikan (tradisi) pencak silat sebagai ekstrakurikuler. Kita bisa angkat jadi bagian atau komponen pendidikan karakter. Mudah-mudahan kita bisa mengintegrasikannya ke dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK),” harapnya.

Di akhir taklimat media, Arief Rachman menekankan besarnya kontribusi nilai tradisi pencak silat bagi kerukunan sosial bermasyarakat. Tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, ia merupakan identitas dari komunitas itu sendiri. “Jangan lupa tradisi keterampilan dan adat istiadat ini perlu diwariskan,” tutupnya. 

the authorRetno Wulandari

Leave a Reply