Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, April 22, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Tanda-tanda Toxic Relationship di Kalangan Remaja

Topcareer.id – Belakangan ini banyak kalangan muda yang merasa mengalami toxic relationship atau hubungan yang tidak sehat, baik dengan sahabat, pacar, saudara, orang tua maupun lingkungan sekitarnya.

Ketua Departemen Perilaku, Kesehatan Lingkungan, dan Kedokteran Sosial FKKMK UGM, Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari mengatakan, toxic relationship ini perlu diwaspadai dan ditangani karena dapat menimbulkan hal-hal negatif.

“Akibatnya bisa cemas, stres, insecure, beberapa mengalami trauma. Kalau tidak muncul di cemas dan stres bisa kesehatan mental dan pikirannya terganggu, tidak bisa konsentrasi belajar, dan ada gangguan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Yayi ini mengungkapkan, beberapa ciri-ciri perilaku toxic seperti terus mengkritik, menghindari hubungan emosional dengan orang lain, serta menyembunyikan masalah.

“Di dalam pola hubungan yang toxic, biasanya terdapat komunikasi yang kurang baik baik, dan pihak-pihak yang berada dalam hubungan tersebut tidak menjadi diri sendiri dan bahkan bisa merasa tertekan. Karena itu, terdapat tujuh tanda yang perlu diwaspadai dalam suatu pola hubungan,” tambahnya.

Baca juga: 7 Langkah Mudah Agar Dicintai Rekan Satu Kantor

Tanda tersebut pun meliputi komentar berbasis gender, komentar negatif terhadap penampilan atau pemahaman, agresi verbal, pembatasan bergaul, serta sikap protektif yang berlebihan.

Selain itu komentar, kritik, atau candaan terhadap teman atau pasangan di depan publik, serta ancaman jika memutuskan pertemanan atau relasi pacaran juga menjadi tanda suatu hubungan mengalami toxic relationship.

Untuk menghindarinya, Yayi mengatakan kalangan remaja ini perlu memiliki pemahaman terkait hubungan yang sehat, mampu membuat keputusan dengan sehat, dan mempelajari cara komunikasi yang sehat.

Remaja pun perlu mengenalkan pasangan kepada orang tua untuk memunculkan rasa tanggung jawab pasangan, menetapkan batasan dalam hubungan, dan bersikap asertif.

“Asertif ini penting dalam hubungan. Ketika batasan sudah dilanggar, kita harus bisa berkata tidak,” pungkasnya.

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan