Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, October 21, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Kurang Tidur Tak Hanya Ganggu Kesehatan, Tapi Juga Sebabkan Perilaku Tak Etis

Topcareer.id – Penelitian mengungkap bahwa kurang tidur dapat menguras glukosa di korteks prefrontal otak. Dengan kata lain, kurang tidur bisa merampas bahan bakar dari wilayah otak yang bertanggung jawab untuk pengendalian diri, dimana tidur sebenarnya memulihkannya.

Dari empat studi dalam konteks laboratorium dan lapangan, ditemukan bahwa kurang tidur menyebabkan perilaku tidak etis tingkat tinggi.

Selain itu juga ditemukan bahwa akibat kurang tidur bisa kehabisan pengendalian diri, yang pada gilirannya menyebabkan perilaku tidak etis.

Baca Juga: Kerja di Kamar Tidur Pengaruhi Kesehatan Mental, Ini Cara Mengatasinya

Dalam salah satu penelitian laboratorium yang dilakukan, hanya ada perbedaan sekitar 22 menit tidur antara mereka yang menyontek dan yang tidak. Dalam studi lapangan, variasi tidur yang terjadi secara alami cukup untuk memprediksi perilaku tidak etis di tempat kerja pada hari berikutnya.

Peneliti lain juga menemukan bahwa kurang tidur menyebabkan perilaku menyimpang di tempat kerja karena penurunan pengendalian diri. Mereka yang tidur kurang dari enam jam setiap malam, lebih cenderung terlibat dalam perilaku kerja yang menyimpang dibandingkan mereka yang tidur lebih dari enam jam.

Banyak dari perilaku kerja menyimpang ditemukan dalam penelitian, seperti memalsukan kwitansi, mencuri, dan perilaku yang tidak etis lainnya. Dengan demikian, temuan penelitian mendukung gagasan bahwa tidur sangat penting untuk etika yang baik di tempat kerja.

Sangat disayangkan hampir seluruh perusahaan tidak mempedulikan waktu istirahat cukup bagi karyawannya, masih saja banyak perusahaan memiliki pimpinan dengan banyak tuntutan waktu yang memaksa para karyawannya bersaing dengan waktu tidur mereka.

Krisis kesehatan yang berkembang ini sangat mungkin memiliki efek samping berupa krisis etika. Dan seringkali, orang-orang yang berada dalam pekerjaan paling penting atau paling berpengaruh di perusahaan tertentu yang paling kurang tidur.

Bagaimana agar dapat mengatasi masalah kekurangan tidur dan perilaku tidak etis sebagai efek yang ditimbulkannya?

Perusahaan perlu menghormati waktu tidur malam karyawannya. Para eksekutif dan manajer harus mengingat bahwa semakin mereka sering mendorong karyawan untuk bekerja lembur dengan pulang hingga larut malam, memaksa datang ke kantor lebih pagi, dan menuntut karyawan untuk menjawab email serta telepon setiap saat, semakin mereka akan mengundang perilaku tidak etis untuk dilakukan para karyawan.

Karena pemimpin bertugas membantu menetapkan norma dengan menjadi model perilaku, direkomendasikan untuk memprioritaskan waktu tidur dalam hidup para pemimpin itu sendiri, sambil mendorong tim mereka untuk melakukan hal yang sama.

Sebagai pemimpin, lakukan dengan bijaksana apa yang bisa dilaksanakan untuk mendukung kesehatan tidur karyawan daripada mengganggunya. Semakin cukup mendapat waktu beristirahat tidur malam, semakin kecil kemungkinan karyawan akan berperilaku menyimpang.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply