Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Februari 4, 2023
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Satgas Sebut Komorbid Ini Paling Banyak Ditemukan pada Pasien Covid

Satgas sebut komorbid diabetes mellitus paling sering jadi pasien covid.Dok/Covid19.go.id

Topcareer.id – Satgas Covid-19 meminta sebisa mungkin mengurangi risiko penularan Covid-19 saat beraktivitas. Salah satu upayanya, yakni melindungi kelompok rentan, utamanya pada penderita komorbid Diabetes Mellitus.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito menyebut bahwa diabetes mellitus ini merupakan salah satu komorbid yang paling banyak ditemukan pada pasien Covid-19.

“Ini (DM) merupakan salah satu komorbid yang banyak ditemukan pada pasien COVID-19. Pasien dengan komorbid ini juga berkontribusi pada tingginya angka kematian COVID-19,” kata Wiku dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19, Rabu (23/3/2022).

Sebagaimana anjuran umum pencegahan COVID-19, termasuk juga pada lansia dan komorbid, hal-hal yang harus dilakukan adalah disiplin protokol kesehatan ketat, menggencarkan vaksinasi, dan menjalani pola hidup yang sehat.

Untuk lebih memahaminya, kata Wiku, diabetes mellitus berhubungan dengan sel bagian dalam pembuluh darah atau sel endotel. Sel ini juga sangat berperan pada infeksi COVID-19.

Diketahui, sistem kekebalan tubuh pasien mengalami penurunan sehingga berpengaruh kepada produksi antibodi yang terbatas untuk melawan infeksi.

Baca juga: Obat Ini Diklaim Mampu Menetralkan Sub-Varian Omicron

Para penderita diabetes mellitus diharapkan memastikan bahwa penyakitnya dapat terkendali. Ada 4 cara yang dapat dilakukan agar penderita diabetes mellitus dapat menjaga kondisi tubuhnya.

Pertama, memastikan kadar gula darah tetap dalam rentang normal untuk penderita DM. Kedua, pastikan mendapat pengobatan yang memadai dari dokter, konsumsi obat sesuai dengan dosis dan anjuran dokter.

Ketiga, melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum divaksinasi, dan keempat mencukupi kebutuhan gizi dengan diet harian sesuai panduan pada pasien DM dan batasi atau hindari konsumsi gula.

“Demi perlindungan yang menyeluruh, vaksinasi juga harus digencarkan, termasuk upaya booster. Perlu diingat kembali, bahwa terdapat rentang waktu dari sejak vaksin pertama kali disuntik sampai imunitas dalam tubuh benar-benar terbentuk,” jelas Wiku.

Merujuk pendapat ahli Imunologi, rata-rata imunitas terhadap COVID-19 dapat efektif terbentuk dalam tubuh setelah 1-2 minggu setelah penyuntikkan dilakukan.

“Ingat, vaksin yang terbaik adalah vaksin yang paling cepat kita dapatkan karena semua jenis vaksin akan sama efektifnya tanpa memandang apa merknya,” ucap Wiku.

Tinggalkan Balasan