Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Mei 16, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

9 Kelompok Orang Ini Rentan Kekurangan Vitamin D (Bagian 1)

Foto Ilustrasi, Dok. Elite Daily

Topcareer.id – Kekurangan vitamin D bukan sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja, karena bisa terkait dengan banyak masalah kesehatan, termasuk peningkatan risiko penyakit Alzheimer, diabetes, osteoporosis, dan penyakit jantung.

Nah, tahukah kamu kelompok orang seperti apa yang rentan kekurangan vitamin D? Apakah kamu termasuk di dalamnya? Berikut ini penjelasannya:

Bagian pertama dari artikel:

Dewasa di atas 55 tahun
Seiring bertambahnya usia, beberapa orang mungkin jadi kurang bergerak, sehingga sulit untuk menghabiskan banyak waktu di luar ruangan. Pada gilirannya akan mendapatkan lebih sedikit vitamin D daripada yang dilakukan di masa muda. Kulit yang menua pun tidak dapat mensintesis vitamin D secara efisien.

Baca Juga: Kelompok Lansia, Komorbid, dan Penyintas Covid-19 Bisa Divaksin, Ini Syaratnya

Pekerja kantoran
Jika kamu bekerja di kantor dalam ruangan dari pukul 9 pagi sampai 5 sore, kemungkinan kamu tidak akan terlalu banyak mendapat sinar matahari. Pada gilirannya, orang dengan pekerjaan yang membatasi paparan sinar matahari tidak mungkin mendapatkan vitamin D yang cukup dari sinar matahari, menurut The National Institutes Of Health (NIH).

Orang dengan kulit gelap
Ini karena orang berkulit gelap memiliki lebih banyak melanin di epidermal mereka yakni lapisan kulit terluar yang membuat tubuh lebih sulit memproduksi vitamin D dari sinar matahari, kata para ahli dari National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine’s Foods and Nutrition. Jika kamu berkulit lebih gelap, kamu sebaiknya mendapat tambahan vitamin D dari makanan daripada sinar matahari langsung.

Pasien penyakit radang usus
Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak, artinya penyerapannya bergantung pada kemampuan usus untuk menyerap lemak. Malabsorpsi lemak dikaitkan dengan penyakit radang usus (IBD). Hingga 70% orang dengan IBD memiliki kadar vitamin D yang tidak mencukupi, menurut laporan Journal of Gastroenterology and Hepatology. Jika kamu mengidap IBD, tanyakan kepada dokter bagaimana kamu bisa memastikan cukup mendapat vitamin D.

Vegan dan vegetarian
Sebagian besar makanan yang secara alami mengandung vitamin D adalah produk hewani seperti ikan salmon liar dan kuning telur. Para vegetarian dan orang dengan intoleransi laktosa akan berusaha keras untuk menambahkan vitamin D ke dalam makanan mereka. Jika kamu tidak mengonsumsi makanan hewani, carilah produk susu kedelai dan tahu yang diperkaya vitamin D. Cari juga produk bebas daging lainnya sebagai sumber nutrisi dan vitamin D seperti oatmeal dan jamur Shiitake.**(RW)

Bersambung ke artikel bagian kedua….

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan