Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, April 12, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Menko PMK: Profesi Ini Paling Mudah Jatuh Miskin karena Pandemi

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy. (foto: Kemenko PMK)

Topcareer.id – Pertanian menjadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja berbasis pedesaan, yakni petani. Namun, pandemi Covid-19 membuat kehidupan petani yang selama ini masih dalam keterbatasan, semakin tertekan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, petani Indonesia merupakan salah satu kelompok yang sensitif terkena dampak pandemi Covid-19.

“Kita tahu bahwa di sektor paling hulu dari semua produk pertanian adalah berasal dari petani. Ketika terjadi bencana alam maupun non alam seperti sekarang wabah Covid-19 ini maka yang paling mudah jatuh menjadi orang miskin adalah para petani,” kata dia, mengutip siaran pers, Senin (5/4/2021).

Menko PMK menambahkan, pemerintah terus mendorong dan mendukung ekspor komoditas pertanian Indonesia ke mancanegara. Dengan semakin meningkatnya ekspor, menurut dia, kesejahteraan petani akan semakin meningkat.

Oleh karena itu, kata dia, dengan mendorong ekspor diharapkan mata rantai proses dari komoditas ekspor ini akan betul-betul bersinggungan dengan masyarakat paling bawah, yaitu para petani yang otomatis juga akan ikut mengentas (lepas) dari kemiskinan.

Baca juga: AS Catat Rekor Baru Vaksinasi Harian Dan Tingkat Kematian Akibat COVID-19 Turun 22%

“Kegiatan ini (ekspor pertanian) memang betul-betul bagian tak terpisahkan dari upaya kita untuk mengangkat harkat martabat masyarakat kita, khususnya masyarakat petani,” kata dia dalam kegiatan “Pelepasan Ekspor Bersama Produk Pertanian Senilai Rp 220 M Melalui Karantina Pertanian Tanjung Priok dan Soekarno-Hatta”, Jumat (2/4/2021).

Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, kegiatan pelepasan ekspor bersama produk pertanian ini merupakan perintah dari Presiden RI Joko Widodo untuk memaksimalkan ekspor.

“Ini membuktikan sesuai perintah Presiden kepada kami, bahwa bagaimanapun ekspor kita harus dimaksimalkan. Ini hanya ada kalau semua pihak terlibat dan mau menyempurnakan yang kurang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mentan Syahrul menerangkan, terdapat lebih dari 50 jenis komoditas yang dilepas dalam kegiatan pelepasan ekspor bersama produk pertanian, di Pelabuhan Tanjung Priok ini, dan dengan negara tujuan sebanyak 42 negara.

Leave a Reply