Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, January 27, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Varian Baru Corona dari Afrika Selatan Lebih Menular Daripada di Inggris, Benarkah?

Sumber foto: apnews.com

Topcareer.id – Jenis virus corona baru tak hanya muncul di Inggris. Di Afrika Selatan juga dilaporkan ada strain baru yang bahkan lebih bermasalah daripada bentuk mutasi virus corona di Inggris.

“Saya sangat khawatir tentang varian Afrika Selatan,” kata Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock di radio BBC, Senin (4/1).

“Salah satu alasan mereka tahu bahwa mereka mendapat masalah adalah karena mereka memiliki kemampuan ilmiah genom yang sangat baik untuk dapat mempelajari detail virus. Dan ini bahkan lebih menjadi lebih bermasalah daripada varian baru Inggris,” jelas Hancock.

Varian baru virus corona di Afrika Selatan mendorong lonjakan infeksi di negara itu, dan seperti jenis di Inggris, tampaknya lebih menular daripada mutasi sebelumnya. Namun, belum ada bukti bahwa vaksin COVID-19 yang disetujui sejauh ini tidak akan berhasil melawan strain baru.

Untuk mengatakan strain dari Afrika Selatan lebih bermasalah daripada varian Inggris adalah lebih ke arah “politik daripada sains” pada saat ini, kata Richard Lessells, spesialis penyakit menular di Universitas KwaZulu-Natal.

Baca juga: Vietnam Laporkan Kasus Pertama dari Varian Baru Virus Corona

Peneliti harus terlebih dahulu melakukan eksperimen yang diperlukan untuk memahami varian baru, katanya. Sejauh ini, para pejabat hanya memberikan sedikit bukti untuk mendukung gagasan bahwa strain Afrika Selatan lebih bermasalah daripada yang diidentifikasi di Inggris, toh di mana kasus-kasus juga meningkat.

“Kemanjuran vaksin jelas merupakan salah satu pertanyaan besar yang muncul dari penemuan variabel baru ini, dan kami memahami semua orang menginginkan jawaban segera,” kata Lessells. “Tapi butuh sedikit waktu untuk mendapatkan jawabannya.”

Suntikan vaksin diprediksi akan tetap efektif terhadap varian virus corona Inggris.

“Tidak mungkin mutasi akan mematikan seluruh vaksin yang efektif,” kata John Bell, seorang profesor Oxford yang bekerja dengan pemerintah Inggris pada program vaksinnya, kepada Times Radio.

“Bahkan jika varian baru mampu menghindari vaksin, kita mampu untuk beradaptasi dan membuat yang baru dalam waktu enam minggu jika diperlukan. Kita sekarang berada dalam permainan kucing dan tikus. Bukan hanya dua varian yang akan kami lihat,” ujar Bell.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply