Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, September 22, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Studi Baru Ungkap Manfaat dari Berjalan Kaki

Topcareer.id – Mereka yang lebih suka jalan kaki untuk berolahraga mungkin sudah tahu bahwa jalan cepat berkaitan dengan umur panjang.

Kini sebuah studi baru yang baru saja diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine, jalan cepat selama beberapa menit setiap minggu memiliki efek untuk mengimbangi efek buruk dari kurang tidur.

Kurang tidur terkait dengan berbagai masalah kesehatan serius termasuk juga sabagai salah satu penyebab kematian dini.

Para ilmuwan telah lama menetapkan bahwa kurang tidur dikaitkan dengan kehidupan yang lebih pendek, dan begitu juga dengan kurangnya aktivitas fisik.

Tetapi menurut studi baru, “efek bersama” dari hidup dengan kurang tidur dan kurang aktivitas “tetap tidak diketahui.”

Pada akhirnya, para peneliti mulai melihat bagaimana olahraga dan tidur ketika keduanya diperhitungkan akan berdampak pada risiko kematian.

Studi besar ini dilakukan di Biobank Inggris. Para peneliti terdiri dari tim dari University of Sydney dan University College London.

Dalam rentang waktu yang dianalisis peneliti, lebih dari 15.000 orang telah meninggal, kebanyakan dari mereka karena kanker, sementara yang lain meninggal karena penyakit jantung dan stroke.

Pada akhir analisis mereka, para peneliti menyimpulkan bahwa aktivitas fisik jalan cepat selama 2,5 jam per minggu, atau berlari selama 1 jam 15 menit per minggu, tampaknya “menghilangkan sebagian besar asosiasi yang merusak” dari kurang tidur pada risiko kematian dini.

Sederhananya, jalan cepat bisa membantu menghilangkan beberapa risiko kesehatan akibat kurang tidur, termasuk risiko kematian dini.

Baca juga: 8 Alasan Olahraga Jalan Kaki Lebih Baik daripada Lari

Menurut peneliti, jika kamu sering kurang tidur dan tidak berolahraga, kamu hampir 60% lebih mungkin meninggal lebih dini.

Kamu juga hampir 70% lebih mungkin terkena penyakit jantung dan akan memiliki risiko kanker 45% lebih tinggi.

Dan ini sangat berbeda dengan dengan seseorang yang berolahraga dan cukup tidur nyenyak.

Menurut pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang dewasa di atas usia 18 tahun harus melakukan 150 hingga 300 menit olahraga intensitas sedang setiap minggu (seperti jalan cepat), atau 75 hingga 150 menit olahraga berat.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan